● Renungan Bagus NIh 4 U...$BlogItemTitle$> @ Thursday, August 12, 2004 ●
Renungan baguz buat teman2 yg pacaran di cyber net..heheeeeeee...baca baek-baek dech..!!!
Gadis Dengan Setangkai Mawar
John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil
melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu
seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya,
seorang gadis dengan setangkai mawar.
Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari
Perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan =
tangan
yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah =
seorang
gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di New York dan John di
Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk =
saling
bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang
Dunia II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap =
surat
seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati
masing-masing dan jalinan cinta merekapun tumbuh.
John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi
sang gadis selalu menolak, kata sang gadis "Kalau perasaan cintamu =
tulus,
John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya
cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu =
itu
hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau cenderung =
jelek,
saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada
orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak usah
tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan
bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang =
akan
kita
lakukan."
Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York
pukul 6 sore setelah perang usai. "Kamu akan mengenali saya, John, =
karena
saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku", =
kata
Nona Hollis.
Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba-tiba
jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik
berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang
bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya.... Sang
perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan =
kenyataan
bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah
disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang
wanita berusia 40 tahun
mengenakan sekumtum mawar merah di kerahya. "O....itu Hollis!!!!"
Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir
menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi 2 ingin lari
mengejar sang gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati
Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang. Tanpa
berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah
baya itu dan menyapanya, "Nama saya John Blanford, anda tentu saja Nona
Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam
bersama saya?"
Sang wanita tersenyum ramah dan berkata "Anak muda, saya tidak tahu apa
artinya
semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat
memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau =
anda
mengajak saya makan maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia
menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya =
ingin
menguji anda." (NN)
Pernahkah terpikir oleh anda sekalian, bahwa si pemuda bernama John
Blanford di atas akan menarik semua perkataan-perkataan cinta romantis =
yang
pernah di tulis dalam surat-suratnya apabila, katakanlah memang benar
ternyata Nona Hollis hanyalah seorang wanita gemuk dengan rambut hampir
beruban.
Untunglah John seorang yang sangat cerdas dan berhikmat. Dia bisa saja
berpikir pasti
dapat mengeluarkan sebuah alasan lain untuk mengagalkan lamarannya. Dan
tentunya jika itu terjadi, maka cerita ini pasti tidak akan ada.
Seseorang akan sangat mudah tertipu dan tergoda untuk mengikuti mata
jasmani dan mengabaikan kata hati. Orang lebih menyukai apa yang dapat =
dia
lihat dan sentuh dari pada apa yang dapat dirasakan dan di sentuh oleh
hatinya.
Ini adalah salah satu titik kegagalan manusia dalam menjalani =
kehidupannya
sebagai orang yang beriman. Kita lebih tertarik melihat sebuah senyuman
manis, dari pada sikap hati. Kita lebih menyukai bola mata yang bulat =
dan
bening ketimbang mata hati yang tajam dan peka. Kita lebih menyukai =
wajah
rupawan dari pada karakter yang bagus. Singkat kata, kita semua lebih
menyukai hal-hal yang bersifat jasmaniah ketimbang hal-hal rohaniah.
Itulah sebabnya seringkali kita tersandung karena ulah kita sendiri!
DO YOU LOVE ME?