<body>
● SEMAKIN TERGESA-GESA, SEMAKIN LAMBAT @ Thursday, September 23, 2004 ●

Soul's Bread:
SEMAKIN TERGESA-GESA, SEMAKIN LAMBAT
Inspirasi: Illustrated Zen Story
Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu
pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi
pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi,
ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu
pedang itu bertapa.
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh
wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru."
Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang
diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?"
Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya.
Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat
lagi, berapa lama saya bisa berhasil?"
Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai
bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun,
lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja,
menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo
yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?"
Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga
puluh tahun."
Pojok Renungan Editor: Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah
dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu
mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
(090301)
(Editor Rekan-Kantor eNewsletter, Inspirasi: Illustrated Zen Story)
****************************************************************************
Stopper:
Hidup ini seperti air. Sapi minum air dan memberikan susu. Ular minum air
dan menghasilkan racun. (Wonik Yi)
Tragesi terbesar dalam hidup bukanlah kematian, tetapi apa yang mati dalam
diri kita selagi kita masih hidup. (Norman Cousins)

DO YOU LOVE ME?

● JANGAN PANDANG HUTAN DARI SEMAKNYA @ Thursday, September 09, 2004 ●

Secarik Motivasi:
JANGAN PANDANG HUTAN DARI SEMAKNYA
Tak ada sesuatu dalam hidup ini yang perlu ditakutkan. Anda hanya perlu
mengerti. Ketakutan berasal dari keterbatasan pikiran. Bukalah pikiran untuk
memahami ketakutan anda. Maka akan anda temui keberanian untuk
menghadapinya.
Jangan sembunyi, jangan tunda, dan jangan berhenti memecahkan masalah anda.
Persoalannya bukan karena masalah itu akan membesar, namun pikiran anda yang
semakin kerdil - pandangan anda yang semakin sempit.
Berjalan di jalan keberhasilan adalah berjalan di hutan lebat. Jangan
berhenti hanya karena onak belukar. Dan jangan pandang hutan dari semaknya
belaka. Anda harus mampu melewatinya. Sekali anda berhasil mengatasi
ketakutan, anda memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan serupa. Pahami
bahwa semua itu sangat baik bagi kekuatan anda untuk mengatasi tantangan
yang lebih besar.

DO YOU LOVE ME?